Template Opencart

Judulnya sengaja dibuat sedemikian rupa. Artikel ini sengaja saya susun sebagai pelengkap
penghapus dosa
lantaran masih banyaknya pertanyaan dan keluhan pemasangan animasi flash di web. So, buat yang sudah mahir dalam pemasangan animasi flash siap-siap aja kecewa :P.
Tulisan kali ini saya persembahkan buat siapa saja, khususnya yang sudah berulang kali menjalani masa-masa sulit lantaran flash headernya nge-blank alias belum sukses. Tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai.


Pada prinsipnya pemasangan animasi flash animation baik sebagai modul ataupun embedded code (kode yg dipasang langsung ) adalah sama. Hanya dalam penerapannya akan tergantung pada beberapa faktor, antara lain:

Metode pemasangan kode flash yang digunakan

Ada banyak cara untuk memasang kode animasi flash di dalam suatu website mulai dari yang sederhana hingga yang menggunakan file XML (saya menyebutnya sebagai pseudo flash - lantaran bukan animasi flash berbentuk swf murni yang dihadirkan)

Cara-cara tersbut antara lain:
  1. flash satay
  2. unobstruktif javascript
  3. embedded flash code
Pada penggunaan flash satay, yang direkomendasikan oleh konsorsium W3C dan juga baik untuk
kesehatan
Search Engine Optimation (SEO Flash), kode animasi flash yang digunakan sangat sederhana dan ada fasilitas penggunaan image alternatif bila pada browser client (pengunjung) terdapat flash block (misal pada aktivasi flash block plugin di Firefox).

Sementara penggunaan metode unobstruktif javascript terjadi penyederhanaan terhadap variabel object yang dikenal pada embedded flash code. Pada metode ini kekhawatiran akan perbedaan plugin flash player yang terpasang pada browser client / pengunjung dapat diminimalisir sedemikian rupa. Tanya kenapa? Karena pada metode unobstruktif javascript ini menggunakan file yang disebut swfobject.js yang berisi fungsi "pendeteksian Flash Player dan embedding code".
Karena sifatnya yang tidak mengusik pengunjung dengan perbedaan versi flash player maka wajarlah bila metode ini dikatakan sebagai unobstruktif. Syaratnya? cukup penulisan kode yang benar dan satu buah file swfobject.js.

Dan pada metode embedded flash code yang dulu dikenal oleh pemakai MXDreamweaver (sudah berganti nama dengan AdobeDreamweaver), merupakan metode pemasangan flash yang paling tua dan paling boros yang saya kenal. Penulisan kode yang panjang lebar dan "tidak bersih" serta adanya keterbatasan pada penggunaan versi flash plugin player yang digunakan menjadikan metode ini menjadi uzur dan mulai tergantikan dengan metode yang lain.

Lokasi pemasangan dan sebagai apa?

Lanjut, sekarang mau dipasang dimana dan sebagai apa?
Meski pada artikel ini saya menggunakan Joomla sebagai contoh bukan berarti tidak bisa digunakan pada mode system yang lain. kan pada prinsipnya sama :P

Pemasangan flash sebagai modul di Joomla dapat dilakukan misal sebagai:

a. Pemasangan sebagai modul Joomla.

pada pemasangan sebagai modul custom, saya lebih merekomendasikan dibanding penggunaan modul yang diinstal. Kenapa? Lantaran akan lebih menghemat space dan pemanggilan query database dan tentunya proses pembelajaran akan lebih lama tersimpan dalam memori dibanding menggunakan produk jadi. Selain itu bila terjadi kesalahan akan lebih mudah mendeteksinya. Namun begitu hal ini hanya sebagai rekomendasi dan bukan hal mutlak.

b. Langsung pada template

Pemasangan kode animasi flash pada template pun sama saja, hanya bedanya kode langsung dimasukkan pada block yang diinginkan - misal sebagai flash header.
Keuntungan cara ini animasi flash langsung diolah oleh browser client / pengunjung, karena tidak melibatkan unsur database didalamnya.

c. bagian dari artikel

Prosedurnya sama dengan sebagai modul custom. Kode flash langsung disisipkan pada web editor. Pada beberapa web editor disediakan fitur "embedded flash", seperti pada TinyMCE.
Hanya bila anda lebih menyukai metode yang lain (yang tidak disupport) oleh web editor, maka pilihannya adalah dengan memasukkan secara manual.
Perlu diperhatikan, pemasangan secara langsung pada web editor anda harus menggunakan mode silence alias no-editor untuk menghindari terjadi filterisasi (filtering code) oleh web editor. Meski hal ini bisa diantisipasi dengan sedikit konfigurasi pada web editor yang digunakan.


Flash yang valid atau tidak valid XHTML

Dan kini pada masalah validasi - meski tampaknya hal ini (validasi) belum menjadi concern tersendiri bagi sejumlah pengembang web, tidak ada salahnya kan saya ulas sedikit :D

Dari berbagai macam metode pemasangan animasi flash yang ada dan sempat saya cicipi, metode embedded flash code paling banyak menimbulkan masalah dari sisi validasi. Apakah berarti metode ini dijamin
tidak halal
menghasilkan invalid pada mesin validator? Tidak juga, dengan sejumlah usaha anda bisa membersihkan penggunaan kode yang invalid menurut rekomendasi W3C. Hal ini sedikit banyaknya sering terlupakan terutama bila menggunakan copy paste embedded code. Dan kalau sudah seperti ini, dijamin invalid :P

Metode yang valid menurut mesin validator antara lain : metode flash satay dan unobstruktif javascript. Sementara itu metode dengan XML file juga memberi hasil valid.


Kesalahan pemasangan kode animasi Flash

Setelah ulasan diatas, anda memahami dan mengerti mana yang akan dipakai, seringkali masalah berikutnya muncul ...hasilnya animasi flash tidak muncul. Apakah ini berarti metodenya yang salah? Apakah ini masalah?
Mmm, menurut pengalaman (sotoy kumat deh :P) saya selama ini, kesalahan ataupun belum suksesnya pemasangan animasi flash lebih disebabkan oleh faktor kesalahan manusia dan ini bukanlah masalah, melainkan bagian dari proses pembelajaran.

Kesalahan yang sering terjadi antara lain:
  • salah lokasi file animasi itu sendiri
  • salah ketik nama file
  • salah penulisan kode
  • lupa memasukkan file animasi ataupun javascript (pada metode unobstruktif)
  • plugin flash player belum terpasang
  • aktivasi flash block mode
Menurut saya kesalahan yang terjadi adalah guru terbaik. kenapa? Karena dengan begitu anda akan selalu ingat untuk tidak mengulang lagi - setidaknya mulailah ilmu itu meresap ke alam bawah sadar anda. Tidak percaya? Silakan coba di rumah :P

Metode Animasi Flash mana yang dipilih?

Setelah mengenal macam-macam metode yang ada, juga kelebihan dan kekurangan yang ada tinggal bagaimana anda mengaplikasikannya sebagai bagian dari website.
Anda bisa memilih satu atau semua metode tergantung mana yang disukai. Mana metode yang menurut anda jauh lebih mudah untuk dipasang. Dan tentunya akan lebih baik lagi bila anda sudah memahami metode yang digunakan daripada sekedar copy paste.

Dari semua hal diatas, saya percaya anda pun pasti bisa memasang animasi flash semudah membalikkan telapak tangan, dan tentunya harus dicoba dulu.

OK, sekian dulu ulasan animasi flash kali ini, semoga bermanfaat (rating artikel tentang flash di situs ini lumayan tinggi terutama dari hasil Search Engine Page Result di Google, thanks guys) (joomla.pustaka78.com)

Sumber: http://www.riesurya.com/tipstricks/151-memasang-animasi-flash-di-web-itu-mudah

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Top